Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Friday, 6 May 2016

Alang-alang Dudu Aling-aling



Pernahkah anda mendengar kalimat "alang-alang dudu aling-aling?" Kalimat berbahasa Jawa ini terdengar sederhana tapi maknanya luar biasa, bisa untuk mencharger semangat. Alang-alang dudu aling-aling bisa diartikan hambatan/rintangan bukanlah penutup kesempatan. Jadikan setiap batu kerikil yang mewarnai kehidupan ini sebagai ujian nikmat yang dapat meningkatkan derajat kita di sisi Allah.

Dalam upaya pengembangan diri diperlukan semangat dan kerjakeras. Ingat rumus 4 AS. Apa itu 4 AS? 4 AS adalah kerja kerAS, kerja IkhlAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS. Tanpa semangat dan kerja keras maka semuanya hanya akan menjadi sebuah angan-angan yang tercatat dalam pikiran. Tanpa hal itu pula, seseorang tidak akan mampu menghadang segala hambatan yang mewarnai perjalanan dalam meraih asa dan cita. Baik hambatan dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Hambatan dari dalam diri sendiri misalnya: tidak ada tujuan yang jelas, adanya prasangka buruk, tidak mau mengenal potensi diri sendiri, tidak memiliki sifat sabar, adanya perasaan takut gagal, dan kurang motivasi diri. 

Berjanjilah pada hati nurani untuk memikirkan yang terbaik. Lakukanlah hanya yang terbaik. Berikan hanya yang terbaik. Maka, hal yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan. Kalau bahasa kerennya, think the best, do the best, give the best, get the best. Kita harus berani menentukan tujuan hidup kita sendiri. Siap siaga untuk menghadapi dan mengambil resiko yang muncul serta mampu menghapus bayangan kegagalan masa lalu. Mulailah membuka. lembaran baru. Jalani dengan penuh optimisme. Jadikan masa lalu sebagai cermin keberhasilan. 

Jangan jadikan hambatan sebagai alasan untuk mengambil keringanan (ru'soh). Jadikan hambatan sebagai cambuk setiap langkah. Jangan pernah menyerah, karena apapun yang terjadi pasti ada solusi. Ketika Allah memberikan masalah maka pasti Allah sudah menyiapkan solusi. Janji Allah dalam Al Qur'an:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ‌ يُسْرً‌ا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ‌ يُسْرً‌ا

“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al Insyirah: 5-6)

Kau uji aku
sekilas aku rasa tak kuasa
namun ku sadari dan aku mengerti
ku serahkan padaMu
takkan aku bertanya
mengapa harus terjadi
karena aku yakini
tak ada beban tanpa pundak
Kau uji aku
karena aku bisa melewatinya
ini yang terbaik bagi untukku
semua hanya ujian

Tidak ada beban tanpa pundak by Edcoustic.
"Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya." (QS. Al Baqarah : 286). Ini adalah firman dan janji Allah, dan semua firman dan janji dari Allah pasti benar adanya.
Kita dilahirkan bukan sebagai orang yang gagal, tapi kita dilahirkan sebagai pemenang. Anda adalah apa yang anda percayai. Kalau anda percaya anda adalah A maka anda adalah A, kalau anda percaya anda adalah Z maka anda adalah Z. So, bersikap adillah pada diri sendiri dan temukan potensi.

Kadang kita punya seabrek planing yang memenuhi otak. Mungkin hanya planing saja tanpa ada satupun yang terealisasi. Kalau anda termasuk orang ini, bisa jadi penyebabnya adalah karena anda takut memulai dan takut gagal. Sebuah karya akan memberikan kita kesempatan untuk belajar dan menjadi peluang untuk berkembang. Mumpung masih muda ciptakan momentum. Hambatan bukanlah penutup kesempatan. (Nailatul Izzah)

Monday, 2 May 2016

Zero to Hero on Mabit Wada'


Cuaca cerah mewarnai Mabit wada' kali ini.  Langit tampak biru dihiasi awan tipis, lukisan Sang Pencipta yang Maha Indah di acara Mabit terakhir kelas 6, Mutiara 4 SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso pada Sabtu s.d Minggu di penghujung April tahun ini. Sambil menyelam minum air, itulah ungkapan yang tepat untuk acara kali ini. Tak hanya memperbaiki ruhiyah saja tetapi sekaligus training motivasi untuk ustadz/ustadzah dan anak-anak. Pembicaranya pun juga import dari luar...hehe. Seorang trainer motivasi dan penulis buku asli Kebumen yang karya-karyanya menjadi best seller. Beliau adalah Ustadz Solikhin Abu Izzudin yang sekarang bertempat tinggal di Plumbungan Karangmalang.

Motivasi luar biasa dengan tema Zero to Hero. Zero to Hero, sebuah kalimat yang tentu sangat tidak asing di telinga. Bagi yang penasaran, jangan lupa baca buku Zero to Hero terbitan Pro-U Media. Diawali dengan lantunan lagu Suara Persaudaraan menjadikan rasa tak sabar ingin lebih tahu bagaimana sih sebenarnya Hero itu. Intinya jadi guru itu harus menjadi orang yang SUPER. SUrgakan PERanmu, SUrgakan PERkataanmu, SUrgakan PERilakumu. Menjadi guru harus mampu memberi teladan sebelum mengajarkan. Menjadi pahlawan, dalam kondisi terbatas tapi mampu menciptakan kualitas teratas. Itulah pahlawan. MenSUrgakan PERan bisa dimulai dengan menggali motivasi dari dalam diri sendiri. Menemukan kekuatan dibalik kelemahan. Memahami keterbatasan dengan kualitas teratas. Senantiasa menciptakan momentum dan memiliki progres. Bersemangat sampai tamat. Bekerja ikhlas dan tuntas. Optimis sampai finish. Luar biasa. Sungguh menggugah jiwa yang haus ilmu. Kalau ditanya, siapakah Hero? Jawablah saya, karena kita harus optimis untuk menjadi hero. Kitalah hero. Orang yang lemah tapi optimis itu lebih baik daripada orang yang kuat tapi pesimis. Betul tidak?

Sesi selanjutnya adalah motivasi untuk anak-anak kelas 6 sebelum menghadapi ujian sekolah. Waktu hampir dua jam berlalu tapi terasa baru lima menit saja. Serasa dihipnotis oleh motivasi demi motivasi dari Pak Shol. Untuk kelas 6  'Pokoke kudu fokus', pokoknya harus fokus. Fokus, fokoke lulus. Ada lima jurus jitu ujian sukses tanpa stress yang disampaikan beliau. Apakah jurusnya? Tunggu aja kisah selanjutnya. Fokus. Ada rasa sejuk dalam dada setelah acara ini.
Keesokan harinya para wali berduyun-duyun datang ke sekolahan sembari menjemput putra putrinya. Sebelum pulang ada sesi ramah tamah antara orang tua dengan anak. Suasana haru muncul tatkala salah satu siswa mewakili memohon maaf dan mohon do'a restu untuk persiapan ujian sekolah. (Nailatul Izzah)

Kedekatan dan ketulusan orangtua dengan anak

Sunday, 1 May 2016

Pantomim Mutiara Hati Juara 2 FLS2N Kab. Karanganyar




Duo pemain pantomim SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso, Muhammad Fairus Izdihar dan Isnan Ikhsanul Akbar berhasil memboyong piala. Mereka berhasil mendapatkan juara 2 dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kabupaten Karanganyar 2016 yang digelar Sabtu (30/4) di SDN 01 Jungke Karanganyar. Semoga bakat seni yang dimiliki dapat dikembangkan dengan baik. (Nailatul Izzah)

Thursday, 28 April 2016

Batu Pembawa Berkah


Dua hari yang lalu, masih terlihat tanah lapang yang menghampar di depan kelas. Besar harapan hamparan itu kelak akan menjadi bangunan pencakar langit yang melahirkan generasi pengubah peradaban. Akhirnya, Kamis (28/4) salah satu harapan terwujud ketika seorang donatur dari Arab Saudi, Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh beserta rombongan dan tim Wamy Indonesia meletakkan sebuah bongkahan batu kecil yang kami anggap sebagai batu pembawa berkah sebagai awal pondasi bangunan masjid di SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Inilah yang terjadi, peletakan batu pertama masjid SDIT Mutiara Hati. 
Saat matahari mulai terpancar, saat angin mulai menggiring mega, saat udara mulai terasa hangat, ratusan tangan mungil penuh harap di dampingi ustadz/ustadzah bersiap menyambut kedatangan rombongan dengan senyum menawan dan hati penuh kebahagiaan. Pagar betis yang membentang sepanjang jalan dekat sekolah turut mewarnai rangkaian acara pagi itu. Berdiri sigap dengan selingan canda tawa dari anak-anak mewarnai penantian ini. Tamu yang hadirpun rupanya sudah tidak sabar menantikan kedatangan para donatur. Terlihat di bawah kajang berbalut kain bercorak merah putih sesekali mereka mengeluarkan handphone dan memasukkan kembali ke saku mungil di depan kemeja yang dikenakan. Tampak disana pengurus Yayasan Mutiara Insan Sejahtera, komite sekolah, Kepala Desa Girimulyo, Kepala UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Ngargoyoso, wali murid, dan beberapa tokoh masyarakat.
Hati berdegup kencang saat rombongan Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh dan tim Wamy tiba. Saking bahagianya, entah bagaimana ungkapan yang bisa mewakili rasa ini. Setelah sekian lama kami menantikan dibangun masjid, akhirnya Allah memberikan ridho atas impian ini. Ingin rasanya berteriak menggambarkan kebahagiaan kami. 
Suasana hening sejenak, tanda acara akan dimulai. Diawali dengan pembacaan Al Qur'an oleh Ananda Abdul Aziz, salah satu siswa SDIT, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan berbagai pihak. Tiba saatnya Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh memberikan prakata dengan dibantu seorang penerjemah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terimakasih seraya berdo'a semoga dengan dibangunnya masjid ini mampu melahirkan generasi penerus yang berkarakter. Beliau juga berpesan agar ustadz/ustadzah di SDIT senantiasa meningkatkan kesungguhan membina generasi dan ikhlas.
30 menit telah berlalu inilah yang ditunggu-tunggu. Peletakan batu pertama. Ratusan orang yang hadir beranjak dari tempat duduk menuju lokasi peletakan batu pertama. Diawali oleh Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh diikuti oleh beberapa orang yang tergabung dalam rombongan, termasuk Bapak Kepala Desa Girimulyo juga terjun langsung bergulat dengan campuran pasir dan semen yang telah disiapkan. Pekikan takbir beberapa kali terdengar dalam prosesi ini. Tampak satu sosok di bawah pohon talok berjarah 3 meter dari lokasi yang menarik perhatian. Beliau adalah Budi Sholikah Retnowati, S.Pd, kepala SDIT Mutiara Hati. Tampak rona kebahagiaan di raut wajahnya, hingga air mata jatuh tak terbendung membasahi balutan kerudung orangenya. 
Hanya ungkapan syukur yang patut terucap. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur dan kelak dari masjid ini lahir generasi emas pengubah peradaban. (Nailatul Izzah)