Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH: Kegiatan

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Thursday, 8 June 2023

AKHIRUSSANAH SDIT MUTIARA HATI TAHUN PELAJARAN 2022/2023

 

Pengumuman kelususan siswa kelas 6 SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso Tahun ajaran 2022/2023 telah dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2023. Pada pengumuman tersebut, semua siswa kelas 6 SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso dinyatakan lulus.

Selanjutnya, SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso menyelenggarakan Akhirusannah Angkatan 11 sekaligus penyerahan kembali peserta didik dari sekolah kepada orangtua. Akhirusannah ini mengangkat tema “Bersama mengukir prestasi, wujudkan generasi Rabbani berakhlak Qurani” Acara dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2023 bertempat di Jawa Dwipa Heritage Resort, Karangpandan. Acara wisuda diikuti oleh 55 wisudawan disertai wali, guru, Karyawan, dan tamu undangan yang terdiri dari Ketua Yayasa Mutiara Insan Sejahtera cabang Ngargoyoso, beserta jajarannya, Bapak Ponco Adi Prasetyo selaku Kepala desa Girimulyo, Dan Bidang Pendidikan desa Girimulyo yang diwakili oleh Bapak Supardi.

Acara Akhirusannah di laksanakan mulai pukul 07.30 WIB dan selesai pada pukul 11.00 WIB. Acara dimulai dengan guru kelas dan wisudawan memasuki aula acara akhirusannah, dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC.

Prosesi wisuda dipandu oleh Ustazah Budi Sholikah Retnowati selaku Kepala Sekolah SDIT Mutiara Hati, dan Ustaz Agus Tugiyanto selaku Wakil Kepala Sekolah SDIT Mutiara Hati.



 Akhirusannah Kali ini berbeda dari tahun sebelumnya karena acara turut dimeriahkan oleh penampilan adik kelas 3 dan 4 yaitu Bela diri, yang terdiri dari 9 orang. Bela diri ini adalah salah satu ekstrakulikuler yang ada di SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Penampilan ini cukup memukau dan berhasil memeriahkan acara akhirusannah.  


Selain Bela diri, acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan adik kelas 5 yaitu tari indang, yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini di tampilkan oleh 10 Orang. Penampilan ini cukup menarik perhatian wali dan juga tamu undangan yang hadir. Dengan keindahan dan kekompakan peserta didik.

 Penyerahan Pengahargaan kepada peserta didik berprestasi. Prestasi yang telah diraih ananda selama bersekolah di SDIT Mutiara Hati. Pesrtasi Akademik dan Non Akademik.

Kategori Terbaik Akademik :
1. Umar Al Faruq Jundullah (84,00)
2. Yumna Azizza (86,64)

Kategori Tebaik Tahfidz :
1. Muhammad Zikri Husain Affandy
2. Indasha Putu Atma Najwardany

Juara Akademik Kelas :
1. Juara Akademik 1 kelas VIA : Yumna Azizza (86,64)
2. Juara Akademik 2 kelas VIA : Soffiana Qotrunnada (86,34)
3. Juara Akademik 3 kelas VIA : Faizah Hasna Qurrratu’aini (84,80)
4. Juara Akademik 1 kelas VIB : Husna Dea Elisa (85,24)
5. Juara Akademik 2 kelas VIB : Cheryl Lutfiana Ijazani (84,23)
6. Juara Akademik 3 kelas VIB : Umar Al Faruq Jundullah (84,00)

Kategori Prestasi Non Akademik :

1.     Juara 3 Macapat Islam Putra tingkat kecamatan tahun 2021 : Fajri Baraka Nur Wahid

2.     Juara 2 Khitobah Putra tingkat kecamatan tahun 2021 : Labib Bisma Nurhaidar

3.     Juara 2 Kaligrafi Putri tingkat kecamatan tahun 2021 : Nazhifa Althafia Khairani

4.     Juara 1 Adzan tingkat kecamatan tahun 2021 : Fadhil Abdullah Faqih

5.     Juara 2 PAI dan BTQ Putra tingkat kecamatan tahun 2022 : Umar Al Faruq Jundullah

6.     Juara 1 Adzan tingkat kecamatan tahun 2022 : Fadhil Abdullah Faqih

7.     Juara 3 Khitobah Putra tingkat kecamatan tahun 2022 : Labib Bisma Nurhaidar

8.     Juara 2 Kaligrafi Putri tingkat kecamatan tahun 2022 : Nazhifa Althafia Khairani

9.     Juara 1 Hifdzil Quran Putra tingkat kecamatan tahun 2022 : Kevin Aryo Bimo

10. Juara 1 Adzan tingkat kabupaten tahun 2022 : Fadhil Abdullah Faqih

11. Juara 3 Hifdzil Quran Putra tingkat kabupaten tahun 2022 : Kevin Aryo Bimo

12. Juara 2 Siswa Berprestasi Putra tahun 2022 : Umar Al Faruq Jundullah

13. Juara 2 LCC tingkat kecamatan tahun 2022 : Umar Al Faruq Jundullah, Soffiana Qotrunnada, Yumna Azizza

14. Juara 2 OSN IPA tahun 2022 : Umar Al Faruq Jundullah

15. Juara 3 LCC tingkat kecamatan tahun 2021 : Umar Al Faruq Jundullah, Soffiana Qotrunnada, Yumna Azizza

16. Juara 3 Pesta Siaga Putra tahun 2021 : Fajri Baraka Nur Wahid, Labib Bisma Nurhaidar, Arafal Gonzale Diego, Fadhil Abdullah Faqih, Alvian Kanahaya Putra, Muhammad Malik Abdul Aziz, Wafie Wytra Rizqa, Fadhli Abdul Hamid.

 


Pada acara akhirusannah ini wisudawan juga menampilkan mars SDIT Mutiara Hati,  lagu untuk guru, dan juga pembacaan ikrar wisuda oleh seluruh wisudawan. Penyampaian sambutan oleh Ketua Yayasan Mutiara Insan Sejahtera cabang Ngargoyoso, Kepala desa Girimulyo, Bidang Pendidikan desa Girimulyo, dan penyerahan peserta didik kepada Orang tua oleh Kepala sekolah SDIT Mutiara Hati. Penyampaian Pesan dan Kesan oleh Perwakilan wali wisudawan, dan prakata oleh perwakilan wisudawan.Dan Acara ini ditutup dengan doa dan foto bersama. 





Friday, 7 April 2023

Kegiatan Santunan Anak Yatim SDIT Mutiara Hati


Kegiatan Santunan Anak Yatim dengan judul Kegiatan “Santunan Yatim dan Dhuafa”dilaksanakan pada hari, Jumat 7 April 2023 dilaksanakan di Rumah Ketua Yayasan SDIT Mutiara Hati. Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan memupuk pribadi yang baik, berbagi dan kasih sayang terhadap sesame Dengan peserta     Guru dan Siswa SDIT Mutiara Hati.



Friday, 17 March 2023

Tarhib Ramadhan SDIT Mutiara Hati


Kegiatan Tarhib Ramadhan dengan Judul Kegiatan “Meraih Kebahagiaan di Bulan Ramadhan Penuh Berkah” Dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Maret 2023 dengan Start SDIT Mutiara Hati – Finish Lapangan Gadungan. Tujuan kegiatan ini yaitu menumbuhkan semangat beribadah dan meningkatkan pengetahuan agama para siswa, guru dan staff. Juga untuk meningkatkan kebersamaan dan kerukunan antar siswa dan guru, Peserta yang mengikuti kegiatan yaitu Guru dan Siswa SDIT Mutiara Hati.






Thursday, 14 April 2022

Mutiara Hati "On The Street" Sebar Takjil

Karanganyar - Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk kebersamaan dan berbagi dengan sesama, dalam rangka bulan suci Ramadhan 1443 H ini, SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso menggelar acara bertema "Mutiara Hati On The Street Sebar Takjil" pada hari Kamis, tanggal 14 April 2022. Acara dimulai pukul 16.30 WIB yang bertempat di Terminal Makutoromo Karangpandan dan sekitar lampu bangjo Karangpandan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan solidaritas terhadap warga sekitar serta berbagi takjil untuk persiapan berbuka puasa. Sebanyak 600 bungkus makanan takjil dibagikan kepada para pengguna jalan. Harapannya kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang akan diselenggarakan SDIT Mutiara Hati di bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Terimakasih kami ucapkan kepada pihak Polsek Karanganpandan yang telah memberikan izin. Tak lupa pula kami sampaikan terimakasih kepada pada donatur, orang tua wali murid yang telah membantu dalam pengumpulan dana sehingga acara hari ini bisa berjalan dengan lancar. Fastabiqul khairat, semoga Allah limpahkan keberkahan kepada kita di bulan penuh berkah ini.

Saturday, 26 November 2016

Mutiara Hati Rayakan HGN Bersama "Kang Ihyan"


Hari Guru Nasional bukanlah hari libur nasional, tetapi hari yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap guru. HGN adalah hari bahagia untuk para guru diseluruh pelosok negeri. Hari ini (25/11) merayakannya dengan cara yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Acara ini dilaksanakan di Kemuning Resto dengan mendatangkan pembicara yang diimport dari Colomadu, Kang Ihyan (Lilik Prihyanto, S.Pd., motivator Kab. Karanganyar). Acara bertajuk ngobrol santai bareng Kang Ihyan ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Budi Sholikah Retnowati, S.Pd. mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai bentuk peringatan hari guru, dan untuk merefresh kembali serta memotivasi guru-guru sebagai seorang pendakwah agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. "Ini adalah rangkaian peringatan hari guru. Melalui acara ini kami berharap guru sebagai pendakwah dapat merefresh pikiran dan memotivasi mereka dalam bertugas," ungkapnya.
Acara dimulai usai sholat Jum'at. Rintik hujan membersamai, sesekali angin bertiup kencang menembus pori-pori, ditemani candaan renyah ditengah-tengah paparan motivasi yang disampaikan, membuat pikiran kembali fresh dan senyum sumringah pun tergambar di wajah guru-guru. Kang Ihyan menyampaikan sebuah kisah inspiratif yang luar biasa, yang diambil dari  kisah nyata seorang guru. Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak, salah satu murid di kelasnya selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak: “Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”
Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah di atas. Tak lupa kami ucapkan selamat hari guru nasional, 25 Nopember 2016. Guru Mulia Karena Karya.

Friday, 18 November 2016

Memperingati HUT Kab. Karanganyar Dengan Festival Tumpeng


KARANGANYAR. Pagi yang cerah menyambut hari lahir Kab. Karanganyar. Matahari nampak benderang memancarkan sinarnya. Hari ini (18/11) adalah hari bersejarah untuk Karanganyar, Bumi Intan Pari. Genap sudah diusia yang ke 99, aneka acara mewarnai perayaan HUT Kab. Karanganyar, pun juga di SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Dalam rangka memperingati hari lahir kabupaten tercinta, eMHa, sebutan sekolah ini menggelar festival tumpeng. Masing-masing kelas mengeluarkan jurus kreativitasnya untuk menghias tumpeng. Masing-masing siswa membawa bahan matang dari rumah, jadi ini adalah ajang kreativitas anak-anak untuk menghias tumpeng, dan hasilnya memang top.

Hiasan tumpeng anak-anak sangat indah. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di setiap kelas bersama wali kelas. Tak lupa kami segenap keluarga besar SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso mengucapkan selamat HUT Kab. Karanganyar yang ke 99. Teriring do'a semoga Karanganyar menjadi lebih maju. Karanganyar maju dan cerdas.
Hasil kreasi kelas 6

Hasil kreasi kelas 5B
Hasil kreasi kelas 5A
Hasil kreasi 4B
Hasil Kreasi 4A
Hasil kreasi 2B



Saturday, 12 November 2016

SIT Wilayah Timur Gelar Kemah Ukhuwah


KARANGANYAR. Sekolah Dasar Islam Terpadu di wilayah timur Kabupaten Karanganyar kembali menggelar kemah ukhuwah (12/11). Ini adalah yang ketiga kalinya diadakan, dengan jumlah peserta 367 siswa yang berasal dari SDIT Binaul Ummah Karangpandan, SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso, dan SDIT Taruna Rabbani Tawangmangu. Kegiatan ini direncanakan selesai pada hari Minggu, 13 Nopember 2016. Kali ini pelaksanaannya diadakan di area Tawangmangu. Setelah sebelumnya pernah diadakan di Ngargoyoso dan Karangpandan. Kuah, sebutan trend kemah ukhuwah tahun ini  mengambil tema bersahabat, gembira, dan setia. Tak luput dari tujuan dilaksanakan kemah ukhuwah yaitu menjalin ukhuwah untuk menanamkan nilai kepramukaan dan meningkatkan ruhiyah.
Pukul 07.00 WIB ratusan siswa sudah berdatangan menuju lokasi. Mulai dari yang berjalan kaki sampai yang naik truk. Raut berseri tampak jelas tersirat di wajah mungil para siswa. Semangat yang menggelora dari para peserta bisa kami rasakan. Seluruh persiapan juga telah rampung dan tertata dengan rapi. Kuah tahun 2016 ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena full tidak menggunakan tenda.
Turut hadir dalam acara pembukaan Kakwaran Tawangmangu. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi adanya kegiatan kemah ukhuwah. Juga tak lupa beliau berpesan dengan adanya kegiatan ini anak-anak menjadi siswa yang "pinter, bener, prigel".
Sesi 1 dilaksanakan di Lapangan Bener dengan agenda lomba dan games. Sesi 2 dengan agenda mencari jejak di daerah Nglurah Tawangmangu. Peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan.

SIT Wilayah Timur Gelar Kemah Ukhuwah


KARANGANYAR. Sekolah Dasar Islam Terpadu di wilayah timur Kabupaten Karanganyar kembali menggelar kemah ukhuwah (12/11). Ini adalah yang ketiga kalinya diadakan, dengan jumlah peserta 367 siswa yang berasal dari SDIT Binaul Ummah Karangpandan, SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso, dan SDIT Taruna Rabbani Tawangmangu. Kegiatan ini direncanakan selesai pada hari Minggu, 13 Nopember 2016. Kali ini pelaksanaannya diadakan di area Tawangmangu. Setelah sebelumnya pernah diadakan di Ngargoyoso dan Karangpandan. Kuah, sebutan trend kemah ukhuwah tahun ini  mengambil tema bersahabat, gembira, dan setia. Tak luput dari tujuan dilaksanakan kemah ukhuwah yaitu menjalin ukhuwah untuk menanamkan nilai kepramukaan dan meningkatkan ruhiyah.
Pukul 07.00 WIB ratusan siswa sudah berdatangan menuju lokasi. Mulai dari yang berjalan kaki sampai yang naik truk. Raut berseri tampak jelas tersirat di wajah mungil para siswa. Semangat yang menggelora dari para peserta bisa kami rasakan. Seluruh persiapan juga telah rampung dan tertata dengan rapi. Kuah tahun 2016 ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena full tidak menggunakan tenda.
Turut hadir dalam acara pembukaan Kakwaran Tawangmangu. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi adanya kegiatan kemah ukhuwah. Juga tak lupa beliau berpesan dengan adanya kegiatan ini anak-anak menjadi siswa yang "pinter, bener, prigel".
Sesi 1 dilaksanakan di Lapangan Bener dengan agenda lomba dan games. Sesi 2 dengan agenda mencari jejak di daerah Nglurah Tawangmangu. Peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan.

Monday, 26 September 2016

Biarkan Penamu Menari~Jeda


Kegiatan Jeda Tengah Semester
Part 1
Manusia membutuhkan ruang untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki. Mungkin saja melalui ruang tersebut kita bisa mengetahui bakat kita. Sesuai dengan tema kegiatan jeda tengah semester gasal tahun pelajaran 2016/2017 "Kreativitas Tanpa Batas", kami mengawali dengan pembuatan kaligrafi. Diantara ratusan anak yang mengikuti kegiatan ini tampak wajah sumringah menghiasi saat kertas dibagikan. Wajah polos anak-anak yang senantiasa menjadi semangat buat kami selaku pendidik. Satu per satu peralatan dikeluarkan dari tas mulai dari pensil, pewarna, penghapus, dan peralatan lain yang dibutuhkan untuk proses pembuatan. Di tengah perjalanan mengukir kaligrafi ada satu anak yang bercakap, 
"Us, tidak bisa," 
Perlahan kaki ini melangkah menghampiri anak tersebut, Eh... belum juga sampai di mejanya teman-teman berkata, 
"Jangan bilang tidak bisa, nanti kamu tidak bisa beneran lho," 
Rupanya anak-anak selalu mengingat nasihat demi nasihat yang diberikan. Man jadda wa jadda juga jadi andalan anak-anak saat mengerjakan sesuatu. 
"Jika temanmu bisa maka kamu pasti bisa, jika temanmu tidak bisa maka jadilah orang pertama yang bisa" sahut salah satu siswa di pojok kelas. 
Senang rasanya melihat semangat mereka saat melakukan sesuatu. 
Tak perlu risau dengan hasil yang kalian peroleh hari ini. Gerakkan penamu, biarkan penamu menari pada secarik kertas di hadapanmu. Kelak pena yang kau goreskan ini akan menjadi saksi bahwa kamu adalah orang yang kreatif. Hasil itu urusan belakangan nak, yang penting adalah usahamu, yang penting adalah proses yang kamu lakukan. Serahkan hasilnya kepada dzat Yang Maha Menciptakan. Tiba saatnya pengumpulan hasil, rupanya tangan-tangan kecil mereka mampu menghasilkan karya yang luar biasa. Satu nasihat baru untuk mereka, "Tak perlu ragu untuk berkarya, kalau kamu suka menulis atau menggambar, biarkan penamu menari sebebas-bebasnya. Siapa tahu hasil tarian penamu mampu menginspirasi orang lain. Berkarya tanpa batas."    

Monday, 13 June 2016

Jadwal Pesantren Ramadhan 1437 H, Ramadhan Qur'an


Buat ayah bunda yang masih bingung dengan jadwal pesantren anak-anak SDIT Mutiara Hati, kami sampaikan jadwal sebagai berikut:

Tema: Ramadhan Qur'an

Senin, 13 Juni 2016
07.30-08.10: Pembukaan
08.10-08.55: Motivasi Qur'an (Menjadi insan terbaik di bulan Ramadhan bersama Al Qur'an)
08.55-09.15: Game
09.15-09.45: Sholat dhuha + istirahat
09.45-10.30: Materi 1 (Surga dan neraka)
10.30-11.15: Materi 2 (Fiqih puasa)
11.15-11.45: Tahsin qiro'ati dan murajaah
11.45-12.15: Istirahat
12.15-12.30: Persiapan pulang

Selasa, 14 Juni 2016
07.30-07.45: Murajaah dan tahsin qiro'ati
07.45-08.30: Materi aqidah (Rukun iman, mengimani kitabullah dan sunnah, mengenal sumber hukum islam)
08.30-09.15: Materi akhlaq (Adab menuntut ilmu, kisah para ulama dalam menuntut ilmu)
09.15-09.45: Sholat dhuha + istirahat
09.45-10.30: Dauroh Qur'an 1 (Mengenal ilmu tajwid dan makhorijul huruf, kunci bacaan bagus)
10.30-11.45: Dauroh Qur'an 2 (Menjadi generasi muslim terbaik dengan menghafal Al Qur'an)
11.45-12.15: Istirahat 2
12.15-12.30: Persiapan pulang

Rabu, 15 Juni 2016
07.30-07.45: Murojaah dan tahsin qiro'ah
07.45-08.30: Praktek menghafal Al Qur'an dan Hadits
08.30-09.15: Musabaqoh tilawah dan tahfidz Al Qur'an (hafalan wajib, tanya jawab Al Qur'an, menghafal cepat)
09.15-09.45: Istirahat
09.45-10.10: Acara penutupan
10.10-10.30: Kreatifitas anak muslim
10.30-10.45: Tampilan guru
10.45-11.00: Sambutan
11.00-11.45: Nonton film "Teladan anak muslim" dan pembagian doorprise
11.45-12.15: Istirahat
12.15-12.30: Persiapan pulang

Ramadhan ceria...
Ceriaku...
Ceriamu...
Ceria kita semua...

Monday, 2 May 2016

Zero to Hero on Mabit Wada'


Cuaca cerah mewarnai Mabit wada' kali ini.  Langit tampak biru dihiasi awan tipis, lukisan Sang Pencipta yang Maha Indah di acara Mabit terakhir kelas 6, Mutiara 4 SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso pada Sabtu s.d Minggu di penghujung April tahun ini. Sambil menyelam minum air, itulah ungkapan yang tepat untuk acara kali ini. Tak hanya memperbaiki ruhiyah saja tetapi sekaligus training motivasi untuk ustadz/ustadzah dan anak-anak. Pembicaranya pun juga import dari luar...hehe. Seorang trainer motivasi dan penulis buku asli Kebumen yang karya-karyanya menjadi best seller. Beliau adalah Ustadz Solikhin Abu Izzudin yang sekarang bertempat tinggal di Plumbungan Karangmalang.

Motivasi luar biasa dengan tema Zero to Hero. Zero to Hero, sebuah kalimat yang tentu sangat tidak asing di telinga. Bagi yang penasaran, jangan lupa baca buku Zero to Hero terbitan Pro-U Media. Diawali dengan lantunan lagu Suara Persaudaraan menjadikan rasa tak sabar ingin lebih tahu bagaimana sih sebenarnya Hero itu. Intinya jadi guru itu harus menjadi orang yang SUPER. SUrgakan PERanmu, SUrgakan PERkataanmu, SUrgakan PERilakumu. Menjadi guru harus mampu memberi teladan sebelum mengajarkan. Menjadi pahlawan, dalam kondisi terbatas tapi mampu menciptakan kualitas teratas. Itulah pahlawan. MenSUrgakan PERan bisa dimulai dengan menggali motivasi dari dalam diri sendiri. Menemukan kekuatan dibalik kelemahan. Memahami keterbatasan dengan kualitas teratas. Senantiasa menciptakan momentum dan memiliki progres. Bersemangat sampai tamat. Bekerja ikhlas dan tuntas. Optimis sampai finish. Luar biasa. Sungguh menggugah jiwa yang haus ilmu. Kalau ditanya, siapakah Hero? Jawablah saya, karena kita harus optimis untuk menjadi hero. Kitalah hero. Orang yang lemah tapi optimis itu lebih baik daripada orang yang kuat tapi pesimis. Betul tidak?

Sesi selanjutnya adalah motivasi untuk anak-anak kelas 6 sebelum menghadapi ujian sekolah. Waktu hampir dua jam berlalu tapi terasa baru lima menit saja. Serasa dihipnotis oleh motivasi demi motivasi dari Pak Shol. Untuk kelas 6  'Pokoke kudu fokus', pokoknya harus fokus. Fokus, fokoke lulus. Ada lima jurus jitu ujian sukses tanpa stress yang disampaikan beliau. Apakah jurusnya? Tunggu aja kisah selanjutnya. Fokus. Ada rasa sejuk dalam dada setelah acara ini.
Keesokan harinya para wali berduyun-duyun datang ke sekolahan sembari menjemput putra putrinya. Sebelum pulang ada sesi ramah tamah antara orang tua dengan anak. Suasana haru muncul tatkala salah satu siswa mewakili memohon maaf dan mohon do'a restu untuk persiapan ujian sekolah. (Nailatul Izzah)

Kedekatan dan ketulusan orangtua dengan anak

Thursday, 28 April 2016

Batu Pembawa Berkah


Dua hari yang lalu, masih terlihat tanah lapang yang menghampar di depan kelas. Besar harapan hamparan itu kelak akan menjadi bangunan pencakar langit yang melahirkan generasi pengubah peradaban. Akhirnya, Kamis (28/4) salah satu harapan terwujud ketika seorang donatur dari Arab Saudi, Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh beserta rombongan dan tim Wamy Indonesia meletakkan sebuah bongkahan batu kecil yang kami anggap sebagai batu pembawa berkah sebagai awal pondasi bangunan masjid di SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Inilah yang terjadi, peletakan batu pertama masjid SDIT Mutiara Hati. 
Saat matahari mulai terpancar, saat angin mulai menggiring mega, saat udara mulai terasa hangat, ratusan tangan mungil penuh harap di dampingi ustadz/ustadzah bersiap menyambut kedatangan rombongan dengan senyum menawan dan hati penuh kebahagiaan. Pagar betis yang membentang sepanjang jalan dekat sekolah turut mewarnai rangkaian acara pagi itu. Berdiri sigap dengan selingan canda tawa dari anak-anak mewarnai penantian ini. Tamu yang hadirpun rupanya sudah tidak sabar menantikan kedatangan para donatur. Terlihat di bawah kajang berbalut kain bercorak merah putih sesekali mereka mengeluarkan handphone dan memasukkan kembali ke saku mungil di depan kemeja yang dikenakan. Tampak disana pengurus Yayasan Mutiara Insan Sejahtera, komite sekolah, Kepala Desa Girimulyo, Kepala UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Ngargoyoso, wali murid, dan beberapa tokoh masyarakat.
Hati berdegup kencang saat rombongan Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh dan tim Wamy tiba. Saking bahagianya, entah bagaimana ungkapan yang bisa mewakili rasa ini. Setelah sekian lama kami menantikan dibangun masjid, akhirnya Allah memberikan ridho atas impian ini. Ingin rasanya berteriak menggambarkan kebahagiaan kami. 
Suasana hening sejenak, tanda acara akan dimulai. Diawali dengan pembacaan Al Qur'an oleh Ananda Abdul Aziz, salah satu siswa SDIT, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan berbagai pihak. Tiba saatnya Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh memberikan prakata dengan dibantu seorang penerjemah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terimakasih seraya berdo'a semoga dengan dibangunnya masjid ini mampu melahirkan generasi penerus yang berkarakter. Beliau juga berpesan agar ustadz/ustadzah di SDIT senantiasa meningkatkan kesungguhan membina generasi dan ikhlas.
30 menit telah berlalu inilah yang ditunggu-tunggu. Peletakan batu pertama. Ratusan orang yang hadir beranjak dari tempat duduk menuju lokasi peletakan batu pertama. Diawali oleh Syekh Muhammad Ahmad Da'yuh diikuti oleh beberapa orang yang tergabung dalam rombongan, termasuk Bapak Kepala Desa Girimulyo juga terjun langsung bergulat dengan campuran pasir dan semen yang telah disiapkan. Pekikan takbir beberapa kali terdengar dalam prosesi ini. Tampak satu sosok di bawah pohon talok berjarah 3 meter dari lokasi yang menarik perhatian. Beliau adalah Budi Sholikah Retnowati, S.Pd, kepala SDIT Mutiara Hati. Tampak rona kebahagiaan di raut wajahnya, hingga air mata jatuh tak terbendung membasahi balutan kerudung orangenya. 
Hanya ungkapan syukur yang patut terucap. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur dan kelak dari masjid ini lahir generasi emas pengubah peradaban. (Nailatul Izzah)








Monday, 21 March 2016

400-an Wali Murid Banjiri Kegiatan Parenting


KARANGANYAR. Sabtu, 19 Maret 2016, 400an wali murid banjiri parenting yang diadakan oleh SDIT Mutiara Hati yang bekerja sama dengan RA Bhakti XVI dan Paud Mutiara Hati. Parenting kali ini mengambil tema "Mengukir masa depan anak sejak usia dini" dengan pembicara Ustadz Lilik Prihyanto, S.Pd, salah satu pakar parenting di Kabupaten Karanganyar. Acara ini berlangsung di gedung PWRI Desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso yang biasa disebut gedung Dono Warih. Parenting ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang cara mengukir masa depan anak sejak usia dini, memberikan pemahaman kepada wali murid bahwa mendidik anak tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah karena keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, dan memberikan gambaran bahwa orangtua mempunyai peran penting dalam memilih sekolah bagi sang buah hati. Sebagaimana disampaikan Ustadzah Budi Sholikah Retnowati, S.Pd selaku kepala sekolah, "parenting ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada wali bagaimana menyiapkan masa depan anak sejak dini dan tentunya sebagai charger bagi wali dalam menyiapkan masa depan anaknya", katanya.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Desa Girimulyo, Kepala UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Ngargoyoso, pengurus Yayasan Mutiara Insan Sejahtera Cabang Ngargoyoso, dan Komite sekolah. Dalam sambutannya, Bapak Sugeng selaku Kepala UPT menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Tema yang menarik tentang mengukir masa depan anak sejak dini. Yang penting adalah orang tua senantiasa memberi contoh yang baik untuk anak. "Berikan contoh yang baik untuk anak, ajak anak melakukan kegiatan bersama. Makan bersama, bercerita bersama, dan mengaji bersama setelah sholat maghrib", ungkapnya. 
Beberapa tampilan kreasi anak-anak ikut mewarnai kegiatan ini. Dibuka dengan tampilan Tari Saman dan lagu Kun Anta, lagu bertajuk jadilah diri sendiri yang sedang hits. Wali murid yang hadir dalam parenting sangat antusias mengikuti acara ini. Dalam parenting, Ustadz Lilik menyampaikan, mengukir masa depan anak harus dilakukan sejak sebelum menikah. Disampaikan pula cara mngukir masa depan anak sejak usia dini yaitu dengan cinta, do'a, memberi keteladanan, dan contoh perilaku yang baik. 
Di akhir acara, dibagikan laporan hasil belajar setelah siswa-siswi mengikuti UTS semester genap sepekan sebelumnya. Semoga wali murid yang hadir dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 



Saturday, 12 March 2016

Melestarikan Batik Girilayu


Kegiatan jeda SDIT Mutiara Hati part 3 diisi dengan belajar membatik di Girilayu pada Sabtu (12/3) yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 dan 5. Girilayu adalah sebuah desa kecil di daerah Karanganyar tepatnya di Kecamatan Matesih. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada anak mengenai produk kerajinan nusantara di daerah setempat. Di awal acara, ada pengarahan dari pihak Batik Girilayu. Mendengarkan cerita tentang sejarah batik hingga macam-macamnya. Melalui sentuhan tangan-tangan kecil, dengan riangnya mereka menggoreskan tinta dalam canting ke motif yang ada. Canda tawa ringan sesekali terlontar dari salah satu anak sehingga membuat suasana semakin menyenangkan. Batik Girilayu adalah batik yang sangat terkenal. Tak jarang warga asing yang justru memakai produk batik Indonesia. Batik Girilayu merupakan produk lokal yang sudah terkenal. Pangsa pasarnya sudah cukup luas.