Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH: Taujih Pekanan

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Showing posts with label Taujih Pekanan. Show all posts
Showing posts with label Taujih Pekanan. Show all posts

Saturday, 16 April 2016

Minyak Pelumas Roda Kehidupan part 1~ Sabar


Telinga kita tentu tidak asing lagi mendengar kalimat sabar itu capek, sabar itu eneg, sabar itu pegel, sabar itu emosi, sabar itu susah. Bagaimanakah menurut anda? Hampir setiap orang memiliki jawaban yang berbeda ketika ditanya mengenai makna sabar. 
Sabar bukan perkara mudah untuk dilakukan tapi juga bukan berarti kita tidak mampu melakukannya. Ada yang bilang sabar itu ada batasnya, tapi sebenarnya manusialah yang memberi batas. Pada hakekatnya sabar itu tidak ada batasnya.
Firman Allah SWT:

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَالَّذِينَ يَظُنُّون أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


”Dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’, (yaitu) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” ( QS Al Baqarah : 45-46 )

Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk selalu bersabar dan menegakkan sholat di dalam menghadapi segala problematika hidup.

Sabar bukan berarti menunggu
Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Membosankan bagi siapa? tentu membosankan bagi mereka yang tidak mampu bersabar. Menunggu belahan jiwa yang tak kunjung datang menghampiri, menunggu antrian panjang saat ratusan mobil berjajar tak terbendung dalam kemacetan, menunggu rapat dimulai yang notabene sudah molor satu jam dari kesepakatan karena ternyata sebagian orang masih memiliki prinsip WIB (Waktu Insyaallah Berubah)...hehe penyakit Kudis (Kurang Disiplin) yang diderita belum sembuh juga. So, bersabar itu bukan hanya masalah menunggu. Sabar adalah ketulusan yang luar biasa. Wajar ketika seseorang mengeluh, tapi perlu diingat bahwa mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan. Jika kita mampu bersabar insyaallah kebahagiaan akan datang menghampiri.

Sabar menahan amarah
Sabar adalah keadaan dimana kita mampu menahan amarah saat hati dikuasai bara emosi yang membakar. Saat sedang emosi dunia seakan berupa bola api yang siap membakar. Orang yang marah adalah orang yang sedang dikuasai syetan. Rasulullah mengajarkan apabila kita marah maka duduklah, segeralah ambil air wudhu, dan apabila masih marah maka berbaringlah/tidurlah, insyaallah setelah bangun tidur fikiran kembali fresh. Kuncinya adalah bersabarlah.

Sabar bukan berarti lemah
Orang yang sabar bukan berarti orang yang tidak memiliki kekuatan, bukan pula orang yang tidak punya nyali. Ternyata ada lho orang yang menganggap bahwa sabar itu pasrah aja lah. Jadi orang kan harus menerima segala yang telah ditetapkan Allah kepada hambanya, katanya. Hal itu memang benar, tapi tidak serta merta kita membenarkan hal tersebut. Memang kita harus menerima segala yang telah menjadi ketetapan Allah kepada kita, tapi harus diimbangi dengan ikhtiar dan do'a donk. Tanpa usaha berarti kita pasrah. Pasrah itulah yang menjadikan kita lemah. Jadi teringat kata-kata Pak Sholihin Abu Izzudin (penulis buku dan motivator yang karyanya mampu menggugah semangat), jadikanlah setiap tetes keringat adalah kerja keras sebagai syukur nikmat.

Bersabarlah saudaraku
Sabar adalah salah satu tolak ukur dari kualitas keimanan seaeorang. Bersabar berarti berjuang pantang menyerah. Bersabarlah dalam menghadapi apapun dan dalam kondisi apapun. Apabila kita mampu memerangi segala sesuatu yang membuat hati gelisah, gundah gulana, marah, kesal, bosan, dll dengan bersabar, maka kita adalah super hero. Super hero yang mampu menakhlukkan rintangan yang menjadi bumbu dan kerikil dalam kehidupan. Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang yang sabar. Wallahua'lam bishshowab. 

Thursday, 10 March 2016

Keutamaan Belajar Al Qur'an


Al-Quran adalah firman atau wahyu yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia. Alquran adalah kitab Allah SWT yang terakhir setelah kitab Taurat, Zabur dan Injil yang diturunkan melalui para rasul. Al-Qur'an mempunyai beberapa fungsi antara lain: sebagai petunjuk bagi manusia, sebagai sumber pokok ajaran Islam, sebagai peringatan dan pelajaran bagi manusia, serta sebagai mukjizat Nabi Muhammad Saw.

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dada, dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yûnus [10]:57).

Ada beberapa keutamaan membaca dan mempelajari Al Qur'an, yaitu:
1. Menjadi syafaat (penolong) di Yaumul Hisab

Dari Abi Umamah ra. Ia berkata :

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Bacalah olehmu Al-Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para sahabatnya”. (HR Muslim)

Sahabat Al-Quran adalah orang-orang yang senantiasa berinteraksi dengannya. Baik itu membaca, menghafal, mentadabburi, mengajarkan dan sebagainya. Orang-orang yang dekat dengan Al-Quran ini kelak pada hari penghitungan amal akan mendapat pertolongan  dari Al-Quran. Ia akan datang menjadi saksi bagi kita. Untuk menjaga keistiqomahan, sahabat bisa ikut program ODOJ (One Day One Juz).

2. Orang yang gemar membaca dan mengajarkan Al Qur'an adalah sebaik-baik mukmin

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya”. (HR Al-Bukhari)

3. Membaca dan mempelajari Al Qur'an akan memberikan ketenangan jiwa

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala di surat Ar-Ra’d ayat ke-28:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Mengingat Allah (dzikir) dapat menenangkan hati dan fikiran kita ketika kita sedang galau dan gelisah. Dan diantara dzikir yang paling utama adalah dengan membaca Al-Quran.

4. Orang yang membaca Al Qur'an akan mendapat pahala istimewa

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Pahala membaca Al-Quran sangat spesial karena ketika kita membaca Al-Quran pada hakikatnya kita sedang membaca perkataan Allah (kalamullah). Bayangkan saja, membaca satu huruf Al-Quran saja sudah mendapat 10 ganjaran kebaikan dari Allah Ta’ala. Bagaimana kalau kita membaca satu baris, satu halaman, sepuluh halaman, satu juz atau bahkan meng-khatam-kan Al-Quran?

5. Mendapat derajat yang tinggi

“Orang yang ahli dalam membaca Al-Quran akan bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata ketika membaca Al-Quran dan dia bersusah payah mempelajarinya, maka baginya dua pahala.” (HR Bukhari)

Orang-orang yang sudah pandai membaca Al-Quran derajatnya disandingkan bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang masih belajar diganjar dengan pahala tambahan 2 pahala. Artinya dalam satu huruf, orang yang mau belajar membaca Al-Quran akan mendapatkan 20 pahala sekaligus.

6. Penawar sakitnya hati

Penyakit hati adalah penyakit yang bersifat batiniyah atau rohaniyah. Contoh penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain sebagainya. Dengan membaca Al-Quran, penyakit hati secara perlahan dapat dibersihkan. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Imam Al-Baihaqi yang berbunyi:

Dari Abdullah bin Umar -semoga Allah meridhainya-, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya hati ini (bisa) berkarat sebagaimana besi apabila terkena air.”

Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana cara menghilangkan karat tersebut, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab:

“Perbanyak dzikir dan membaca Al-Quran.“

Friday, 26 February 2016

Lakukan Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara


Jangan terperdaya oleh nikmat dunia. Dunia ini hanya tipu daya dan permainan belaka. Siapkan bekal sebaik-baiknya. Dari Ibnu ‘Abbas ra., dari Nabi SAW bahwasannya beliau berkata kepada seorang laki-laki untuk menasihatinya :
إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan lapangmu (kayamu) sebelum sempitmu (miskinmu)” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].
1. Memanfaatkan hidup sebelum datang kematian
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi nasihat kepada seseorang supaya memanfaatkan hari-hari selama hidupnya sebelum matinya. Hidup merupakan nikmat yang besar. Hari-hari dalam kehidupan merupakan kenikmatan. Karenanya setiap kali bangun dari tidurnya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mengucapkan :
الحَمْـدُ لِلّهِ الّذِيْ أََحْـيَانَا بَعْـدَ مَا أََمَاتَـنَا وَإِلَيْهِ النُّـشُوْر
”Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya tempat kembali” [HR. Bukhari].
Hal itu disebabkan oleh karena pada hari itu seseorang berkesempatan bertaubat dan memperbanyak perbuatan baiknya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
خيركم من طال عمره وحسن عمله
”Sebaik-baik kalian adalah orang yang panjang usianya dan bagus amalnya” [HR. At-Tirmidzi].
Orang yang berusia panjang disertai dengan amal shalih, dia akan mencapai derajat yang tinggi serta kenikmatan yang abadi. 
Marilah kita manfaatkan hidup kita. Hendaknya kita sadar, bahwa kematian itu datangnya tiba-tiba. Kematian itu tidak mengenal usia tertentu, dia tidak mengenal waktu-waktu tertentu dan juga penyakit-penyakit tertentu. Hal ini bertujuan supaya manusia mewaspadainya, menyiapkan diri untuk menemui kematian.
إِنّ اللّهَ عِندَهُ عِلْمُ السّاعَةِ وَيُنَزّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنّ اللّهَ عَلَيمٌ خَبِيرٌ
”Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakan besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendalam Pengetahuan-Nya” [QS. Luqman : 34].
Allah sudah memberitahukan kepada kita bahwa orang-orang yang sudah mati meminta supaya mereka dikembalikan di dunia ketika mereka tahu betapa berharganya hidup.
Allah berfirman :
يَأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَـَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ. وَأَنفِقُواْ مِن مّا رَزَقْنَاكُمْ مّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولُ رَبّ لَوْلآ أَخّرْتَنِيَ إِلَىَ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصّدّقَ وَأَكُن مّنَ الصّالِحِينَ
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagaian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kami; lalu ia berkata : “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sebentar saja, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih” [QS. Al-Munafiquun : 9-10].
Allah berfirman :
وَأَنذِرِ النّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الّذِينَ ظَلَمُوَاْ رَبّنَآ أَخّرْنَآ إِلَىَ أَجَلٍ قَرِيبٍ نّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتّبِعِ الرّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُوَاْ أَقْسَمْتُمْ مّن قَبْلُ مَا لَكُمْ مّن زَوَالٍ. وَسَكَنتُمْ فِي مَسَـَكِنِ الّذِينَ ظَلَمُوَاْ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الأمْثَالَ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dhalim : “Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang singkat, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan) : “Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa, dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan” [QS. Ibrahim : 44-45].
2. Memanfaatkan kesehatan
3.,Memanfaatkan waktu luang
Sehat dan waktu luang sama pentingnya. Kesehatan adalah mahkotanya orang sehat. Kesehatan tidak terlihat nilainya kecuali oleh orang yang sakit. Demikian juga waktu luang adalah nilai yang sangat tinggi yang tidak disadari kecuali oleh orang yang sibuk. 
Wahai hamba-hamba Allah, marilah kita manfaatkan kesehatan kita! Kita manfaatkan untuk puasa, shalat malam, berjihad, beribadah ke masjid, menuntut ilmu, dan lainnya. Marilah kita manfaatkan sebelum diuji dengan sakit. Ketika itu kita berharap untuk bisa puasa tapi tidak mampu. Berharap bisa shalat sambil berdiri, tapi tidak bisa berdiri. Berharap bisa berangkat menuju masjid, tapi kedua kaki tidak kuat untuk menyangga badan. Maka kita akan menyesali hari-hari ketika kita masih mampu melakukan semua ibadah, tapi tidak memanfaatkannya.
Hendaknya kita isi waktu-waktu luang kita dengan amalan-amalan shalih yang berguna bagi kita sendiri. Sebab di saat sibuk kita akan berharap bisa mempunyai waktu luang untuk membaca buku dan menghadiri pengajian, tapi tidak mendapatkan waktu itu. Kita pun akan menyesali waktu-waktu yang telah tersia-siakan.
Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah, jika kita sudah memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang untuk taat kepada Allah, lalu kita sakit atau melakukan perjalanan jauh, maka akan dituliskan buat kita pahala seperti pahala amalan yang dilakukan ketika sehat dan luang. Sebagaimana telah dijelaskan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya :
إذا مرض العبد أو سافر كتب له مثل ما كان يعمل مقيما صحيحا
”Apabila seorang hamba sakit atau dalam perjalanan, maka dituliskan baginya pahala seperti apa yang ia lakukan ketika ia sehat dan tidak melakukan perjalanan” [HR. Bukhari].
Akan tetapi kebanyakan manusia melalaikan hal itu. Oleh karenanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
نعمتان مغبون فـيهما كثير من الناس : الصحة والفراغ
”Ada dua nikmat dimana banyak orang yang rugi (atas kedua nikmat itu), yaitu nikmat sehat dan waktu luang” [HR. Bukhari].
Mungkin diantara kita ada yang tidak tahu bagaimana memanfaatkan waktunya, bagaimana mengisi waktu luangnya? Cobalah direnungkan....
4. Memanfaatkan masa muda
Masa muda adalah masa untuk berkarya dan masa berjihad. Masa muda merupakan masa yang sangat berharga seumur hidup. Barangsiapa yang memanfaatkan untuk dirinya, dia akan beruntung dan selamat. Dia juga akan berada di bawah naungan Allah ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.
Barangsiapa menyia-nyiakan masa muda dalam hawa nafsu dan berfoya-foya, maka dia rugi. Jika dia mati mendadak, niscaya dia akan sangat menyesal. Dan jika dia hidup sampai tua, dia juga akan menyesal. Karena jika ia mati, amalnya terputus dan jika ia sudah tua, badannya bungkuk, kakinya lemah, pendengaran dan penglihatannya berkurang, dan dia tidak mampu beramal shalih sebagaimana yang diinginkan.
Jika engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu sore. Jika engkau berada di waktu sore, janganlah menunda sampai hari esok. Gunakan waktu sehatmu untuk mencari bekal di waktu sakit, dan hidupmu untuk mencari bekal di waktu sesudah mati.

5. Memanfaatkan kelapangan atau kekayaan
Kekayaan termasuk nikmat Allah. Orang yang diberi kekayaan wajib menyadari karunia Allah kepadanya dan wajib menyadari rahasia karunia ini. Nabi Sulaiman ‘alaihis-salam telah menjelaskan rahasia nikmat kekayaan dalam ucapan beliau sesudah melihat singgasana Bilqis berada di hadapan beliau. Beliau berkata :
هَـَذَا مِن فَضْلِ رَبّي لِيَبْلُوَنِيَ أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ
”Ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur ataukah kufur?” [QS. An-Naml : 40].
Oleh karena itu seorang hamba wajib memanfaatkan masa kayanya, menginfakkan sebagian harta yang Allah berikan. Hendaklah dia betul-betul menghindari sifat bakhil dan sifat menahan karunia Allah. Allah telah berfirman :
وَلاَ يَحْسَبَنّ الّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لّهُمْ بَلْ هُوَ شَرّ لّهُمْ سَيُطَوّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللّهِ مِيرَاثُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS. Al Imran : 180].
Jadi, tunggu apalagi? Manfaatkan lima perkara yang ada dalam diri kita untuk bekal kita kelak. Jangan jadikan kehidupan dunia sebagai raja hingga lalai dengan kehidupan sebenarnya, kehidupan akherat. Dari berbagai sumber.