Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH: Parenting

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Friday, 29 July 2016

CARA MENGATASI TANTRUM PADA ANAK





Apa kabar sahabat, kali ini kita akan berbagi  trik saat anak anda mengalami  gejala TANTRUM!
Apa sih Tantrum itu? Tantrum adalah gejala ledakan emosi yang sulit di control biasanya terjadi pada anak anak usia 1-4 tahun di tandai dengan sikap :

1.keras kepala
2.Menangis menjerit jerit/hIsteris
3.Saat menangis di sertai melempar sesuatu di dekatnya
4.Menendang nendang atau bisa memukul,

Sebab anak mengalami tantrum

1.Stres karena tekanan sesuatu/merasa tidak aman dari keadaan sekitar maka dari    perasaan tersebut kadang kala anak akan melakukan pelampiasan marah  berelebihan menangis histeris

2.Saat mereka lapar,kelelahan atau sakit

3.Pola asuh sang bunda /ayah yang memperlakukan anak serba di manja/ di turuti  segala kemauanya ,maka suatu saat ketika sang orang tua tidak menuruti keinginan  anak,maka anak tersebut bisa frustasi/marah  yang tidak terkontrol/meledak ledak

4.Belum mampunya sang anak mengungkapkan  perasaan kepada orang di  sekitarnya


Sehingga sangatlah keliru jika anak anak kita ketika tantrum sedang berlangsung, kita sebagai orang tua membiarkan dan ber anggapan bahwa kejadian seperti itu wajar karena mere adalah anak anak, anggapan ini keliru sebab jika kita senantiasa membiarkan maka akan berdampak anak ketika dewasa akan egois.
Maka berikut kiat kiat mengatasi anak  anak kita saat tantrum

1.Peluk dan usap bagian punggung sang anak  serta bacakan Doa minimal Taawudz karena  boleh jadi bisa gangguan syetan, maka  berangkat dari situlah perlunya pemahaman  agama  yang  benar  pada  sebuah keluarga  dalam mendidik anak  selain itu Pelukan dan  usapan yang halus dari kepala hingga punggung  adalah salah satu cara yang efektif meredakan  ketegangan anak saat tantrum berlangsung,  sebab anak akan merasa tenang dan nyaman ,  tentu sang bunda/ayah harus dalam kondisi  tenang juga .
                         
                                             


2.Catat dan amati gejala saat akan tantrum  kapan, dimana,dan apa yang menjadi sebab  anak kita tantrum

2.Alihkan perhatian anak kepada hal hal yang  menarik baginya,
3. Bawalah anak anda ke lokasi yang tidak ada  benda benda yang mudah di lempar,  dan jika  di tempat umum meski kondisi itu mengganggu  lhalayak umum, abaikan sekali lagi ABAIKAN
4.Jangan mentertawakan anak saat tantrum

Demikianlah cara cara sederhana guna mengatasi saat Tantrum di manapun dan kapanpun,semoga bermanfaat

Thursday, 28 July 2016

Menjadi pendamping belajar terbaik bagi anak




Mempunyai anak yang berbakat dan menuai banyak prestasi adalah dambaan semua orang tua. Untuk mencapai impian tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua, yaitu pendampingan anak selama di rumah. Sebagai orang tua anda tidak boleh melepaskan semua tanggung jawab yang berkaitan dengan prestasi kepada pihak sekolah saja karena nanti akan terjadi ketidakseimbangan. Disinilah orang tua harus berperan.
Banyaknya kesibukan orang tua menjadi salah satu alasan kuat, kenapa orang tua tidak bisa mendampingi anak saat belajar. Maka, sebagai orang tua yang bijak anda harus mampu memanagemen waktu dengan baik. Dampingilah buah hati dengan efektif dan efisien dalam artian tidak terlalu lama memakan waktu namun hasilnya signifikan.
Ada beberapa tips cerdas bagaimana mendampingi belajar anak di rumah: 
1. Jadikan waktu mengerjakan PR sebagai sebuah pengalaman yang sama sama dinikmati oleh anda dan anak anda
Tanamkan pada diri anak sejak dini untuk menentukan prioritas saat mengerjakan sesuatu. Ajak mereka berpikir untuk menentukan tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu pilihlah tempat belajar yang tepat dan nyaman. Misalnya tempat yang tenang dan banyak cahaya. Saat belajar jauhkan anak dari televisi dan mainan. Pastikan pula tempat yang digunakan untuk belajar menjadikan anak mampu berkonsentrasi. Jadikan moment mengerjakan tugas sebagai moment berharga bagi anda dan anak anda yang jika hal itu terlewatkan anda merasa menyesal. 
2. Beri teladan yang baik
Ketika anak mengerjakan tugas/PR, orang tua hendaknya melibatkan diri dengan cara ikut membaca dan duduk disampingnya. Orang tua bisa menjadi motivator bagi anak. Tanyakan tentang tugas, kuis, dan tes untuk pelajaran besok jika ada. Berikan support, memeriksa pekerjaan anak jika sudah selesai, dan buatlah diri anda untuk selalu siap dengan pertanyaan dan curhat mereka. Pujilah kerja dan usaha mereka. Jangan marah ketika anak salah. Jangan selalu berorientasi pada hasil atau nilai yang baik tetapi lihatlah bagaimana proses yang anak lakukan. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan minat masing masing. 
3. Biarkan anak menentukan jadwal, kapan ia belajar
Setiap anak memiliki gaya belajar sendiri sendiri. Maka, mereka juga mempunyai cara sendiri dalam menyelesaikan tugas. Libatkan mereka dan buat kesepakatan sehingga anak akan merasa belajar adalah tanggung jawabnya bukan perintah anda. Diskusikan dengan anak kapan waktu belajar terbaik yang ia pilih. Jangan memaksa anak belajar di waktu yang kita inginkan.
Biasanya anak memiliki waktu pilihan untuk belajar. Ada yang nyaman dan merasa lebih berkonsentrasi belajar pada pagi hari sebelum atau sesudah sholat subuh, ada yang suka belajar di sore hari, ada pula yang memilih malam hari sebagai waktu yang tepat untuk belajar. Buat kesepakatan berapa jam waktu yang akan dialokasikan untuk belajar dalam sehari. Latih anak untuk membuat jadwal pribadinya. 
4. Hindari menggunakan hukuman
Hukuman akan membuat anak jera dan malas belajar. Anak akan mengaitkan belajar dengan rasa sakit akibat hukuman yang diterima.

Jadikan diri sebagai pendamping terbaik bagi anak dalam belajar. Jangan biarkan orang lain menggantikan posisi orang tua bagi anak, dimana anak merasa tidak nyaman saat belajar di rumah. Sadarilah bahwa waktu anda cuma sebentar. Ketika anak tumbuh dewasa maka ia tidak akan lagi meminta kita untuk mendampingi belajar. Semoga bermanfaat.
Foto by Gorat Sokoboyo

Tuesday, 26 July 2016

Jurus Jitu Mengatasi Anak Malas Belajar





Musim liburan telah usai, saatnya buah hati beraktivitas seperti biasa, sekolah. Setelah liburan panjang tentu anak butuh waktu beberapa lama untuk bisa beradaptasi dengan aktivitasnya kembali. Anak yang malas belajar adalah salah satu masalah yang sering dihadapi orang tua. Salah satu faktornya bisa disebabkan karena pengaruh televisi, asyik bermain dengan temannya, terlalu banyak materi yang harus dipelajari, dll.

Anak yang malas belajar selalu beranggapan bahwa belajar merupakan aktivitas yang membosankan dan jauh dari kata menyenangkan. Untuk itu, sebagai orang tua, anda harus tahu bagaimana cara mengatasi kemalasan yang menimpa anak agar anak bisa menganggap belajar adalah sebuah kebutuhan dan menyenangkan.

Berikut adalah solusi jitu mengatasi anak yang malas belajar: 
1. Berikan reward
Reward adalah penghargaan yang diberikan orang tua kepada anak. Bagi orang tua yang bingung tentang cara membujuk anak, hal ini bisa menjadi cara yang ampuh. Reward bisa berupa hadiah atau refreshing ke tempat kesukaan. Reward diberikan jika anak berhasil meraih nilai yang baik di kelas, tertib dalam belajar, disiplin dalam belajar, dll. Dengan begitu anak akan menjadi lebih bersemangat dan tidak malas lagi.
2. Dampingi anak belajar
     Pendampingan anak ketika belajar menjadikan anak merasa nyaman. Anak akan merasa lebih diperhatikan oleh orang tua. Hal ini akan mempengaruhi psikologi anak dan mendorong dirinya untuk semangat belajar. Perhatikan suasana saat belajar agar tidak membosankan. 
3. Jadilah orang tua yang sabar dan tidak emosional
Ketika mengajari anak menyelesaikan serangkaian tugas dari sekolah, jangan memarahinya. Memarahi anak hanya akan membuat ia enggan untuk belajar. Dalam bahasa Jawa bisa dibilang “mutung”. Jauhkan sifat emosional saat mendampingi belajar anak dan berusahalah untuk bersabar.
4. Beli buku dengan hiasan yang menarik
Belilah buku yang dapat menggugah semangat dan selera belajar anak. Pemilihan buku dengan hiasan kesukaan bisa menjadi salah satu jurus jitu. Misalnya, anak menyukai kartun doraemon, maka belikan peralatan sekolah dengan motif tokoh kartun tersebut. Dengan begitu, anak akan tergugah untuk belajar.
5. Ciptakan suasana belajar sambil bermain
Bagi anak, belajar akan lebih menyenangkan jika dikemas sambil bermain. Dengan memanipulasi belajar dalam versi bermain, anak akan merasa bermain padahal dirinya sedang belajar.

Demikian sedikit ulasan tentang jurus jitu mengatasi anak malas belajar yang dapat diterapkan di rumah. Semoga bermanfaat. 

Saturday, 5 March 2016

Cara Menjauhkan Anak dari Televisi



Televisi merupakan salah satu barang yang hampir semua orang di Indonesia memilikinya. Bahkan, tak jarang pula keluarga yang menjadikan televisi sebagai aksesoris wajib dalam ruangannya entah itu di kamar, di ruang tamu, di ruang keluarga, atau di ruang makan. Peran televisi sangat krusial di tengah hidup berbangsa dan bernegara, terlebih dalam kehidupan anak. Televisi berdampak sangat serius kalau orang tua salah mengelola televisinya. Dampak buruk membuat mentalitas anak sangat buruk. Penelitian di Inggris menemukan, anak-anak yang menonton televisi lebih dari dua jam bersiko mengalami obesitas.
Menonton TV berlebihan juga ternyata berkaitan dengan tindak kekerasan, prestasi akademis yang menurun dan kurangnya waktu untuk bermain.

Ada beberapa langkah yang bisa ambil untuk menjauhkan anak dari televisi, seperti:
1. Tidak menyimpan televisi di kamar tidur anak. 

Hasil gambar untuk dampak televisiAnak-anak yang menonton TV di kamar tidur, cenderung sering menonton TV. Hal ini bisa jadi berujung pada prestasi di sekolah yang menurun. Kecuali jika kia sebagai orang tua mampu memantau waktu menonton televisi anak dan ada sekepakatan antara orang tua dan anak terkait jam nonton televisi. Pastikan anak tidak melanggar kesepakatan yang sudah dibuat, menonton televisi hanya pada jam yang ditentukan.
2. Selalu matikan televisi jika tidak ada yang menonton. 
Jika tidak ada yang menonton, pastikan selalu menekan tombol 'off' agar anak tidak terus menonton TV. Bisa juga dengan cara menjauhkan stopkontak dari jangkauan anak. Pasang stopkontak hingga anak tidak bisa meraih saat stopkontak dicabut. 
3. Jangan pernah membiarkan anak menonton TV sendiri. 
Anak-anak rentan menonton film yang bertemakan kekerasan dan seksual. Dampingi anak selalu saat menonton TV. Orang tua harus mampu memberikan penjelasan yang menginterpretasikan kembali adegan yang ada di dalam televisi, mengajak dialog dan berdiskusi agar melatih sikap kritis anak dalam menonton. 
4. Memberikan jam khusus untuk menonton televisi
Buat kesepakatan kapan dan berapa lama anak diperbolehkan menonton televisi.
5. Arahkan ke kegiatan lain
Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain: membaca, olahraga atau mencoba papan permainan baru, daripada mengajak anak menonton televisi, sekalipun itu film anak untuk hiburan.
6. Jangan menonton televisi pada saat anak sedang belajar. 
Berikan contoh yang baik untuk anak kita.
Semoga bermanfaat.