Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Wednesday, 11 May 2016

SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso Juara 2 LCC




Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 menjadi kisah tersendiri bagi kami. Setelah beberapa waktu lalu SDIT Mutiara Hati berhasil menjadi juara 2 Kabupaten Karanganyar dalam seni pantomim, hari ini, Rabu (11/5) SDIT Mutiara Hati kembali menambah prestasi dengan memperoleh piala. Kali ini kami berhasil mendapat juara 2 Lomba Cerdas Cermat Kec. Ngargoyoso yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Ngargoyoso UPT PUD NFI dan SD, di SD 01 Girimulyo Ngargoyoso. Sebanyak 27 sekolahan, SDN, SDIT, dan MI memadati halaman SD 01 Girimulyo. Raut penuh harap terlihat di wajah setiap peserta yang hadir, termasuk rombongan tim kami, Balqis Al Ummah, Restu Putri Habilla, dan Annisa Nur Hanifah. 
Lomba ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama adalah penyelesaian soal tertulis yang  diikuti semua peserta untuk diambil tiga besar. Sesi kedua, terpilih tiga regu terbaik yang kemudian diadu. Sesi yang menegangkan. Akhirnya, kami mendapatkan juara kedua. SDIT Mutiara Hati, membina kesholehan melejitkan prestasi. (NI)

Monday, 9 May 2016

Hujan vs Ujian


Indonesia adalah negara beriklim tropis yang mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Layaknya sebuah negara, sekolah pun juga mempunyai musim yaitu musim ujian. Hujan vs ujian. Ternyata ada persamaan antara hujan dan ujian. Hujan turun berbunyi TES. Ujian bisa disebut TES. Sama-sama tes tapi berbeda makna. Perbedaannya, hujan sangat dinanti-nanti oleh semua orang pada saat musim kemarau apalagi oleh petani, namun ujian kadang menjadi momok yang ditakuti sebagian peserta didik. Ujian adalah tolok ukur keberhasilan peserta didik dalam menerima pelajaran. Ada sebuah kisah, beberapa orang terlihat sedang asyik berdialog di pojok ruang kelas saat jam istirahat tiba. Sebut saja G dan M. G adalah guru dan M adalah murid. 

G: "Tak terasa tahun pelajaran akan segera berakhir, teman-teman." G biasa menyapa peserta didik dengan sebutan teman saat jam istirahat.
M: "Ya us, sebentar lagi kita naik kelas. Kelas 4 pasti lebih sulit."
G: "Tidak ada yang sulit asal kita mau berusaha. Ngomong-ngomong, apa kalian yakin naik kelas?"
M: "Insyaallah us."
G: "Sebentar lagi ujian. Untuk kalian yang masih kelas 3, ada ujian tahfidz, ujian praktek, dan ulangan kenaikan kelas. Kakak-kakak kelas 6 juga sebentar lagi melaksanakan ujian sekolah."
M: "Yaaaahhhh, banyaknya. Ujian terus."
G: "Lho kok yaaahhhh. Harusnya senang donk, sebentar lagi ujian dan naik kelas. Yang penting belajarnya lebih giat lagi. Jangan lupa berdo'a. Ini sedang musim ujian." 
M: "Ujian lagi, ujian lagi." Sambil menghela nafas.

Dialog di atas menggambarkan bahwa beberapa anak kadang merasa takut bahkan stress ketika mendengar kata ujian. Padahal ujian itu asyik lho. Asyik jika kita sudah siap, kalau belum siap ya akan keteteran. 
Buat ayah bunda jangan galau jika buah hatinya akan mengikuti ujian. Yuk kita lirik jurus jitu ala Ustadz Sholihin Abu Izzudin untuk mempersiapkan ujian buah hati. Takhlukkan ujian dengan 5M. 

1. Medis
Menjaga kesehatan dan makan makanan bergizi. Jangan sampai waktu ujian tiba justru jatuh sakit gara-gara salah pola makan. 

2. Materi
Materi berhubungan dengan muatan pelajaran. Mampu menguasai materi dengan baik. Jangan sampai salah jadwal. Besok ujiannya matematika tapi yang dipelajari IPA, kan tidak nyambung.

3. Material 
Material berhubungan dengan sarana prasarana yang digunakan selama mengikuti ujian. Mulai dari pensil, penghapus, bolpoint, alas tulis, dan perlengkapan lainnya. Kalau perlu seragam bisa dipersiapkan H-1 sebelum pelaksanaan.

4. Mental
Menghadapi ujian harus bermental baja. Medis, materi, material sudah siap tapi kalau mentalnya mlempem akan sia-sia. Anak harus selalu dimotivasi agar mampu menyiapkan mental menuju ujian. Ujian sukses no stress... yes yes. 
Ujian telah tiba
Ujian telah tiba
Hore hore hore
Ujian telah tiba
Ujian telah tiba
Hatiku gembira
Yang di atas bisa dinyanyikan dengan nada lagu Tasya, Libur Telah Tiba.

5. Munajat
Do'a adalah kekuatan terdahsyat. Apalagi do'a yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir, niscaya akan mampu menembus langit. Perbaiki kedekatan diri dengan Allah dan tingkatkan kebaikan terhadap sesama. Do'a dan usaha harus dilakukan dengan seimbang. Do’a sangat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut:

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad)

Musim ujian, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Jangan sampai menyesal lho. Satu-satunya yang tidak bisa kembali adalah waktu. Baru menyesal ketika nilai ujian jelek, padahal ketika menjelang ujian santai-santai tidak belajar. Ujian sukses no stress. (NI)

Friday, 6 May 2016

Alang-alang Dudu Aling-aling



Pernahkah anda mendengar kalimat "alang-alang dudu aling-aling?" Kalimat berbahasa Jawa ini terdengar sederhana tapi maknanya luar biasa, bisa untuk mencharger semangat. Alang-alang dudu aling-aling bisa diartikan hambatan/rintangan bukanlah penutup kesempatan. Jadikan setiap batu kerikil yang mewarnai kehidupan ini sebagai ujian nikmat yang dapat meningkatkan derajat kita di sisi Allah.

Dalam upaya pengembangan diri diperlukan semangat dan kerjakeras. Ingat rumus 4 AS. Apa itu 4 AS? 4 AS adalah kerja kerAS, kerja IkhlAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS. Tanpa semangat dan kerja keras maka semuanya hanya akan menjadi sebuah angan-angan yang tercatat dalam pikiran. Tanpa hal itu pula, seseorang tidak akan mampu menghadang segala hambatan yang mewarnai perjalanan dalam meraih asa dan cita. Baik hambatan dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Hambatan dari dalam diri sendiri misalnya: tidak ada tujuan yang jelas, adanya prasangka buruk, tidak mau mengenal potensi diri sendiri, tidak memiliki sifat sabar, adanya perasaan takut gagal, dan kurang motivasi diri. 

Berjanjilah pada hati nurani untuk memikirkan yang terbaik. Lakukanlah hanya yang terbaik. Berikan hanya yang terbaik. Maka, hal yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan. Kalau bahasa kerennya, think the best, do the best, give the best, get the best. Kita harus berani menentukan tujuan hidup kita sendiri. Siap siaga untuk menghadapi dan mengambil resiko yang muncul serta mampu menghapus bayangan kegagalan masa lalu. Mulailah membuka. lembaran baru. Jalani dengan penuh optimisme. Jadikan masa lalu sebagai cermin keberhasilan. 

Jangan jadikan hambatan sebagai alasan untuk mengambil keringanan (ru'soh). Jadikan hambatan sebagai cambuk setiap langkah. Jangan pernah menyerah, karena apapun yang terjadi pasti ada solusi. Ketika Allah memberikan masalah maka pasti Allah sudah menyiapkan solusi. Janji Allah dalam Al Qur'an:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ‌ يُسْرً‌ا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ‌ يُسْرً‌ا

“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al Insyirah: 5-6)

Kau uji aku
sekilas aku rasa tak kuasa
namun ku sadari dan aku mengerti
ku serahkan padaMu
takkan aku bertanya
mengapa harus terjadi
karena aku yakini
tak ada beban tanpa pundak
Kau uji aku
karena aku bisa melewatinya
ini yang terbaik bagi untukku
semua hanya ujian

Tidak ada beban tanpa pundak by Edcoustic.
"Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya." (QS. Al Baqarah : 286). Ini adalah firman dan janji Allah, dan semua firman dan janji dari Allah pasti benar adanya.
Kita dilahirkan bukan sebagai orang yang gagal, tapi kita dilahirkan sebagai pemenang. Anda adalah apa yang anda percayai. Kalau anda percaya anda adalah A maka anda adalah A, kalau anda percaya anda adalah Z maka anda adalah Z. So, bersikap adillah pada diri sendiri dan temukan potensi.

Kadang kita punya seabrek planing yang memenuhi otak. Mungkin hanya planing saja tanpa ada satupun yang terealisasi. Kalau anda termasuk orang ini, bisa jadi penyebabnya adalah karena anda takut memulai dan takut gagal. Sebuah karya akan memberikan kita kesempatan untuk belajar dan menjadi peluang untuk berkembang. Mumpung masih muda ciptakan momentum. Hambatan bukanlah penutup kesempatan. (Nailatul Izzah)

Monday, 2 May 2016

Zero to Hero on Mabit Wada'


Cuaca cerah mewarnai Mabit wada' kali ini.  Langit tampak biru dihiasi awan tipis, lukisan Sang Pencipta yang Maha Indah di acara Mabit terakhir kelas 6, Mutiara 4 SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso pada Sabtu s.d Minggu di penghujung April tahun ini. Sambil menyelam minum air, itulah ungkapan yang tepat untuk acara kali ini. Tak hanya memperbaiki ruhiyah saja tetapi sekaligus training motivasi untuk ustadz/ustadzah dan anak-anak. Pembicaranya pun juga import dari luar...hehe. Seorang trainer motivasi dan penulis buku asli Kebumen yang karya-karyanya menjadi best seller. Beliau adalah Ustadz Solikhin Abu Izzudin yang sekarang bertempat tinggal di Plumbungan Karangmalang.

Motivasi luar biasa dengan tema Zero to Hero. Zero to Hero, sebuah kalimat yang tentu sangat tidak asing di telinga. Bagi yang penasaran, jangan lupa baca buku Zero to Hero terbitan Pro-U Media. Diawali dengan lantunan lagu Suara Persaudaraan menjadikan rasa tak sabar ingin lebih tahu bagaimana sih sebenarnya Hero itu. Intinya jadi guru itu harus menjadi orang yang SUPER. SUrgakan PERanmu, SUrgakan PERkataanmu, SUrgakan PERilakumu. Menjadi guru harus mampu memberi teladan sebelum mengajarkan. Menjadi pahlawan, dalam kondisi terbatas tapi mampu menciptakan kualitas teratas. Itulah pahlawan. MenSUrgakan PERan bisa dimulai dengan menggali motivasi dari dalam diri sendiri. Menemukan kekuatan dibalik kelemahan. Memahami keterbatasan dengan kualitas teratas. Senantiasa menciptakan momentum dan memiliki progres. Bersemangat sampai tamat. Bekerja ikhlas dan tuntas. Optimis sampai finish. Luar biasa. Sungguh menggugah jiwa yang haus ilmu. Kalau ditanya, siapakah Hero? Jawablah saya, karena kita harus optimis untuk menjadi hero. Kitalah hero. Orang yang lemah tapi optimis itu lebih baik daripada orang yang kuat tapi pesimis. Betul tidak?

Sesi selanjutnya adalah motivasi untuk anak-anak kelas 6 sebelum menghadapi ujian sekolah. Waktu hampir dua jam berlalu tapi terasa baru lima menit saja. Serasa dihipnotis oleh motivasi demi motivasi dari Pak Shol. Untuk kelas 6  'Pokoke kudu fokus', pokoknya harus fokus. Fokus, fokoke lulus. Ada lima jurus jitu ujian sukses tanpa stress yang disampaikan beliau. Apakah jurusnya? Tunggu aja kisah selanjutnya. Fokus. Ada rasa sejuk dalam dada setelah acara ini.
Keesokan harinya para wali berduyun-duyun datang ke sekolahan sembari menjemput putra putrinya. Sebelum pulang ada sesi ramah tamah antara orang tua dengan anak. Suasana haru muncul tatkala salah satu siswa mewakili memohon maaf dan mohon do'a restu untuk persiapan ujian sekolah. (Nailatul Izzah)

Kedekatan dan ketulusan orangtua dengan anak