Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Thursday, 3 March 2016

Cara Mengusulkan NUPTK di Verval GTK

Inilah Cara Mengusulkan NUPTK di Verval GTK


Untuk proses pengusulan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) di aplikasi Verval GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) dilakukan oleh operator sekolah. Dalam proses pengajuan NUPTK, operator sekolah tidak perlu lagi mengajukan NUPTK untuk setiap guru. 



Operator sekolah cukup melihat daftar Calon Penerima NUPTK melalui Aplikasi Verval GTK. Selanjutnya operator sekolah melampirkan scan dokumen asli yang menjadi persyaratan penerbitan NUPTK. Persyaratan yang dikirim oleh operator sekolah akan diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.



Setelah lolos verifikasi dokumen persyaratan, Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) akan menerbitkan NUPTK. Operator sekolah dapat melihat sejauh mana proses pengajuan NUPTK melalui aplikasi Verval GTK di status pengajuan NUPTK. 



Supaya dapat melakukan operasional di aplikasi verval GTK, operator sekolah dan operator Dinas Pendidikan Kab/Kota yang sudah terdaftar tetap harus melakukan registrasi ulang di www.sdm.data.kemdikbud.go.id. Operator harus melampirkan SK Penugasan pengelolaan verval GTK.



Guru yang belum memiliki NUPTK namun ingin memilikinya harus aktif terdata di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Kemudian memindai/scan dokumen lalu menguploadnya di web aplikasi verval GTK. Dokumen tersebut antara lain:



1. Bagi PNS/CPNS dokumen yang discan adalah SK PNS/CPSN dan SK Penugasan dari Dinas Pendidikan.



2. Bagi Guru non PNS sekolah negeri SK pengangkatan yang ditandatangani Kepala Daerah BUPATI/WALIKOTA/Gubernur.



3. Bagi guru non PNS sekolah swasta adalah SK Pengangkatan sebagai guru Tetap Yayasan 2 tahun berturut-turut.



4. Ijasah setara SD, SMP, SMA, dan S1.



Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/02/inilah-cara-mengusulkan-nuptk-di-verval-gtk.html#ixzz41bbn3g4p

Wednesday, 2 March 2016

Mengenali Kecerdasan Anak



Hasil gambar untuk gambar kecerdasan anak
Sebagai orang tua, pasti kita menginginkan anaknya tumbuh menjadi individu yang cerdas dan terampil. Para ahli menemukan bahwa bermain adalah makanan otak dari luar tubuh yang sangat efektif menunjang tumbuh kembang optimal. bermain adalah "pekerjaan" utama anak. Oleh karena itu orang tua harus meluangkan waktu untuk menemani anak bermain. Cerdas tidak hanya meliputi kecerdasan otak dan akademis saja.
Kecerdasan menurut Thomas Armstrong, Ph.D, seorang ahli di bidang multiple intelligences adalah kepintaran yang tidak hanya dilihat dari segi akademis saja, melainkan juga dari keterampilan maupun bakat anak. Diakui Thomas Armstrong, setiap anak itu sebenarnya pintar, hanya saja jenis dan konsentrasi kepintarannya berbeda-beda.
Berikut adalah 8 jenis kecerdasan anak yang perlu orang tua ketahui menurut Thomas Armstrong, P.Hd.:
1. Word Smart
Anak dengan jenis kecerdasan ini dapat dilihat dari kegemarannya yang suka membaca, menulis, berbicara, dan juga mendengarkan cerita. Orang tua dapat mengajak si kecil untuk membaca buku cerita bersama-sama, melakukan percakapan maupun bermain blok yang bertuliskan kata-kata. 

2. Number Smart
Anak lebih tertarik pada angka, matematika, sains, dan juga hal-hal yang berhubungan dengan logika, misalnya menanyakan "mengapa laut itu berwarna biru?". Orang tua dapat mengajak si kecil bermain angka-angka, mengajaknya melakukan permainan yang mengharuskan ia menghitung, seperti monopoli.

3. Nature Smart
Jenis kecerdasan yang satu ini dapat dilihat dari kesukaan si kecil dengan lingkungan. Misalnya suka alam, menyukai binatang, peduli dengan lingkungan alam, bahkan ia dapat menggolongkan tanaman dan mengoleksi dedaunan. Orang tua dapat mengajak si kecil untuk membuat kebun kecil di belakang rumah dan biarkan ia berkreasi apa saja yang ingin ia tanam.

4. Self Smart
Si kecil cenderung senang bermain sendiri, bahkan ia sudah tahu saat besar nanti ingin jadi apa. Tak hanya itu, ia juga memiliki rasa percaya diri yang kuat dan juga dapat mengkomunikasikan perasaannya. Orang tua dapat mengajak si kecil untuk berbicara dari hati-hati, saat ia memberitahu ingin jadi apa, dukung dan arahkan agar ia dapat meraih apa yang ia cita-citakan.

5. People Smart
Anak yang memiliki kecerdasan jenis ini dapat terlihat saat ia suka bermain dengan teman-temannya, memiliki empati, suka memimpin, bahkan dapat memahami perasaan orang lain. Bermain bersama di luar rumah, mengajaknya datang ke acara keluarga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kepintarannya tersebut.

6. Body Smart
Dapat terlihat dari si kecil yang dapat menciptakan sesuatu dari tangannya, suka menari, berolahraga, serta menyentuh benda-benda dan mempelajarinya. Agar perkembangan kepintaran si kecil berjalan dengan optimal, orang tua dapat mengajaknya melakukan olahraga bersama.

7. Picture Smart
Si kecil yang memiliki jenis kecerdasan ini biasanya ia suka gambar dan imajinasi. Si kecil yang memiliki jenis kepintaran ini biasanya ia suka menggambar, menyukai seni, suka berimajinasi dan juga bermain dengan menggunakan balok untuk membangun sesuatu.

8. Music Smart
Sudah jelas si kecil suka bernyanyi, memainkan alat musik, mengingat lagu, dan berbagai hal yang berhubungan dengan musik. Kita sebagai orang tua dapat mengikutsertakan si kecil dalam kegiatan musik, misalnya les piano atau berlatih vokal.
Tak hanya satu jenis kecerdasan yang dimiliki anak, Thomas Armstrong juga menegaskan bahwa setiap anak bisa saja memiliki lebih dari satu jenis kecerdasan, dari delapan kecerdasan yang disebutkan di atas. Jadi sebagai orang tua, kita harus mencoba menstimulasi kedelapan kecerdasan tersebut pada si kecil dan mengobservasinya. Mana kecerdasan paling menonjol dari si anak. Setelah itu baru mengarahkannya pada jalur yang tepat.

Tuesday, 1 March 2016

Cara Memperbaiki File yang Corrupt pada MS. Word

Hasil gambar untuk gambar file yang corrupt

Pernahkah file yang anda miliki tiba-tiba tidak bisa dibuka atau corrupt? Padahal, file itu berisi tugas penting dan anda tidak mempunyai duplikatnya. Hal ini saya alami beberapa hari yang lalu. Di saat tugas harus segera dikumpulkan tiba-tiba tidak bisa dibuka. Bingung, panik, dan pusing? Bisa jadi itu reaksi pertama. Namun, jangan khawatir karena file yang rusak itu bisa kita perbaiki. File yang rusak bisa jadi disebabkan oleh beberapa kemungkinan misalnya listrik yang tiba-tiba mati, koneksi jaringan yang bermasalah jika file tersebut hasil download, infeksi virus, dll. Pada saat saya akan membuka file tiba-tiba muncul warning seperti ini: 
document-corrupt
Cara memperbaikinya cukup mudah, lakukan hal berikut:
  1. Buka program Ms Word anda kemudian tekan tombol Ctrl + O untuk membuka perintah Open. 
  2. Browse dan pilih file yang ingin anda perbaiki. 
  3. Klik tanda segitiga hitam kecil disebelah tanda Open kemudian pilih Open and Repair.
  4. Jika sukses, maka file anda akan berhasil dibuka. 
  5. Namun jika belum berhasil, anda bisa mencoba menggunakan software Repair My Word Free yang berfungsi untuk memperbaiki file word yang rusak atau tidak bisa dibuka. Silahkan kunjungi halaman ini http://www.repairmyword.com/ untuk download. Namun sayangnya aplikasi tersebut tidak support untuk MS Word 2007.

Cara lain yang bisa digunakan apabila kerusakan file document tidak terlalu parah, kita bisa memanfaatkan aplikasi File Repair dengan tampilan seperti ini: 
Penggunaan Aplikasi ini cukup mudah. Anda hanya perlu menekan/klik browse untuk memilih file yang akan diperbaiki dan klik star repair, maka file anda dapat terselamatkan. Selamat mencoba!

Tata Cara Shalat Gerhana



Mengapa pada saat gerhana, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan, kita melaksanakan sholat gerhana? Sebentar lagi (Rabu, 09 Maret 2016) akan terjadi gerhana matahari total, saatnya menjalankan sunnah. Sebagian orang mungkin menganggap bahwa terjadinya gerhana matahari total sebagai hal yang alamiah dan wajar. Kalau dilihat dari segi pengetahuan/ilmiah memang wajar, gerhana matahari terjadi karena matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus. Namun, ada alasan lain kenapa melaksanakan sholat gerhana, kita ingat kembali hadits: ”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim). Inilah dasar kenapa melaksanakan sholat gerhana. Melaksanakan shalat gerhana hukumnya sunnah muakkad. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, ada beberapa selisih mengenai tatacaranya.

Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. 

Dalam sebuah hadits dijelaskan: 
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari)

Dari hadits di atas, dapat kita ketahui bahwa  tata cara shalat gerhana sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama, urutannya sebagai berikut.


  • Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya. Namun, ada pendapat lain bahwa niat harus diucapkan. Masing-masing tentu punya dasar sendiri-sendiri. Jadi tidak perlu diperdebatkan terkait dengan niat. 
  • Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
  • Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa: dari Ibnu Abbas ra, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah. Maka Rasulullah melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al Baqarah, kemudian beliau ruku' cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku' lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku' yang pertama. (HR Bukhari Muslim)
  • Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
  • Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan sami'allahulimanhamidah rabbanawalakal hamd
  • Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  • Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
  • Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
  • Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
  • Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  • Tasyahud.
  • Salam.
  • Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, dan sedekah. 
~Wallahu a'lam bishshawab~