Membina Kesholehan Melejitkan Prestasi MH

MH


GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

STRUKTUR SEKOLAH 2022

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/07/struktur-sekolah-tahun-20212022.html.

NOMOR ADUAN MASYARKAT

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2021/04/aduan-masyarakat-sapa-mh.html.

BERKISAH

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2016/04/batu.html.

GURU PENGGERAK

https://sditmutiarahatingargoyoso.blogspot.com/2022/02/laporan-hasil-aksi-nyata-modul-14.html

Monday, 27 February 2017

Open Recruitmen Guru Mutiara Hati 2017


SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso membutuhkan:
1. Guru Bahasa Inggris → 1 orang
2. Guru Kelas → 2 orang

Kualifikasi:
1. Beragama Islam dan lancar membaca Al Qur'an
2. Tidak merokok
3. Usia maksimal 30 tahun per Maret 2017
4. Mampu mengoperasikan komputer (Word, excel Power Point)

Syarat pendaftaran:
1. Fc. Ijazah dan Fc. Transkrip nilai
2. Fc. KTP
3. Kurikulum vitae
4. Pas photo berwarna ukuran 2x4 (2 lembar)
5. Fc. Sertifikat atau piagam pendukung

Berkas lamaran ditujukan kepada:
Ketua Yayasan Mutiara Insan Sejahtera
SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso
Seledok 01/VIII, Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar, 57793

Berkas lamaran diantar langsung ke SDIT Mutiara Hati atau via pos paling lambat 24 Maret 2017.
Informasi lolos seleksi administrasi via phone

Friday, 24 February 2017

Mutiara Hati Sabet 2 Piala di OSN Kec. Ngargoyoso


KARANGANYAR. Kamis (23/2), adalah hari yang membahagiakan bagi SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Pasalnya, dihari tersebut SDIT mengirimkan dua delegasi dalam lomba olimpiade sains. Cantika Aura Nirmala mewakili mata pelajaran matematika dan Zahra Nandita Riyanti mewakili mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Lomba dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB dengan diawali sambutan dan sedikit motivasi oleh kepala UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Ngargoyoso. Perlombaan berlangsung selama 2 jam. Tiba saatnya pengumuman hasil lomba. Dag dig dug... sangat mendebarkan, dan hasilnya, delegasi SDIT Mutiara Hati berhasil menyabet dua piala. Juara 1 mata pelajaran matematika dan juara 2 mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Selamat kepada para pemenang. Dan selamat berjuang kembali untuk maju ke lomba OSN Kabupaten Karanganyar.

Saturday, 18 February 2017

Pramuka SIT Mutiara Hati Gelar Baksos


KARANGANYAR. Suasana cerah menyambut agenda Pramuka SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso, Sabtu (19/2). Matahari bersinar terang menyambut kedatangan 273 generasi harapan Mutiara Hati. Tak seperti biasanya, agenda Pramuka hari ini diisi dengan bakti sosial. Sebanyak 27 paket sembako diberikan anak-anak Pramuka eMHa kepada warga sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan.
Paket sembako yang dibagikan berupa beras, minyak goreng, gula, teh, dan mie instan. Sembako yang dibagikan tersebut berasal dari siswa siswi. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak untuk gemar bersedekah dan membantu sesama. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahim antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kalau dalam bahasa jawa kita kenal dengan istilah "Pager mangkok luwih becik ketimbang pager tembok." Raut kebahagiaan terpancar dari semangat yang terlintas di wajah anak-anak di sepanjang perjalanan menuju rumah demi rumah yang dituju. Kebahagiaan kami tak hanya saat menerima senyum dari penerima baksos. Lebih dari itu adalah setiap untaian do'a yang terucap untuk kami. Semoga sedikit yang diberikan bisa memberikan manfaat.

Saturday, 26 November 2016

Mutiara Hati Rayakan HGN Bersama "Kang Ihyan"


Hari Guru Nasional bukanlah hari libur nasional, tetapi hari yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap guru. HGN adalah hari bahagia untuk para guru diseluruh pelosok negeri. Hari ini (25/11) merayakannya dengan cara yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Acara ini dilaksanakan di Kemuning Resto dengan mendatangkan pembicara yang diimport dari Colomadu, Kang Ihyan (Lilik Prihyanto, S.Pd., motivator Kab. Karanganyar). Acara bertajuk ngobrol santai bareng Kang Ihyan ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan SDIT Mutiara Hati Ngargoyoso. Budi Sholikah Retnowati, S.Pd. mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai bentuk peringatan hari guru, dan untuk merefresh kembali serta memotivasi guru-guru sebagai seorang pendakwah agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. "Ini adalah rangkaian peringatan hari guru. Melalui acara ini kami berharap guru sebagai pendakwah dapat merefresh pikiran dan memotivasi mereka dalam bertugas," ungkapnya.
Acara dimulai usai sholat Jum'at. Rintik hujan membersamai, sesekali angin bertiup kencang menembus pori-pori, ditemani candaan renyah ditengah-tengah paparan motivasi yang disampaikan, membuat pikiran kembali fresh dan senyum sumringah pun tergambar di wajah guru-guru. Kang Ihyan menyampaikan sebuah kisah inspiratif yang luar biasa, yang diambil dari  kisah nyata seorang guru. Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak, salah satu murid di kelasnya selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak: “Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”
Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”
Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah di atas. Tak lupa kami ucapkan selamat hari guru nasional, 25 Nopember 2016. Guru Mulia Karena Karya.